• SMP MUHAMMADIYAH 10 SIDOARJO
  • ISLAMIC HOLISTIC SCHOOL

Lestarikan Dolanan Tradisional, Pelajar Miosi Gelar Petualangan Nusantara: Jelajah Penuh Tawa

Sidoarjo, petisi.co – Bertujuan mengenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya tak benda, SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) menggelar aneka permainan tradisional di halaman sekolah. Mengusung tema “Petualangan Nusantara: Jelajah Permainan Tradisional Bersama”, ratusan pelajar Miosi terlihat begitu antusias semangat dan bahagia.

Kepala SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo, Mahyuddin Syaifulloh, M.Pd memandang Teras Dolanan bukan sekadar lomba biasa. Namun sekaligus sebagai ajang melatih kebersamaan, kekompakan, gotong royong dan persahabatan bagi para pelajar.

Bakiak raksasa salah satu permainan tradisional melatih kekompakan tim

“Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak lebih mengenal permainan tradisional sebagai bagian dari tradisi bangsa. Ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk sejenak meninggalkan gadget, bergerak aktif, tertawa bersama, dan merasakan kebersamaan yang hangat,” ungkap Mahyuddin dengan wajah bangga, Senin (15/12/2025).

Ia menambahkan, melalui sistem RT dan RW, sekolah ingin menanamkan nilai sosial sejak dini. “Anak-anak belajar hidup bermasyarakat, saling mengenal lintas kelas, saling menjaga, dan bekerja sama. Inilah pendidikan karakter yang hidup,” tambah Kasek yang dikenal ramah dan murah senyum ini.

Ditemani sejumlah guru, Mahyuddin melihat suasana riuh dipenuhi tawa, sorak, dan langkah-langkah kecil para pelajar yang berlarian dari satu sudut ke sudut lain. Melalui kegiatan Teras Dolanan, Miosi berupaya menghidupkan kembali permainan rakyat yang kian jarang disentuh generasi muda.

“Berbeda dari kegiatan sekolah pada umumnya, Teras Dolanan tidak menggunakan sistem kelas. Para siswa kelas VII, VIII, dan IX dilebur dalam kelompok RT dan RW, layaknya kehidupan bermasyarakat,” terangnya memberi penjelasan.

Lebih jauh, Mahyuddin memberikan contoh Kelas VII A, VIII A, dan IX A bergabung dalam RW A, kelas B dalam RW B, dan seterusnya. Sementara RT dibentuk dari gabungan beberapa siswa lintas jenjang.

“Pola ini membuat kakak kelas dan adik kelas bisa saling mengenal, sekaligus melatih bekerja sama, dan membangun keakraban tanpa sekat usia,” urainya.

Hari pertama teras dolanan diisi dua lomba utama yakni estafet tradisional dan layang-layang. Pada lomba estafet, setiap tim yang terdiri dari delapan siswa harus menaklukkan empat pos permainan.

“Pos pertama adalah engklek, menguji keseimbangan dan ketangkasan. Pos kedua lompat tali, menuntut kelincahan dan ritme. Pos ketiga bekel, permainan sederhana yang memerlukan fokus dan koordinasi. Pos terakhir bakiak, yang menantang kekompakan karena peserta harus melangkah serasi,” tuturnya.

Peserta hanya bisa melanjutkan ke pos berikutnya setelah menyelesaikan tantangan di pos sebelumnya, dikerjakan secara bergantian oleh anggota tim.

“Sorak sorai semakin pecah ketika kaki-kaki kecil tersandung bakiak atau bola bekel terlepas dari genggaman. Namun justru di situlah letak keseruannya,” terang Mahyuddin.

Keseruan berlanjut pada lomba layang-layang. Setiap tim harus membuat layang-layangnya sendiri, mulai dari merangkai kerangka hingga memasang benang. Setelah selesai, karya mereka diuji dengan menerbangkannya di halaman sekolah. Beberapa layang-layang langsung melayang tinggi, sebagian lain sempat oleng bahkan jatuh. Namun kegagalan itu tak mengurangi antusiasme.

“Ternyata bikin layangan dan mengembangkannya itu mudah-mudah susah tapi seru. Mudah ketika menerbangkannya, dan susah ketika membuatnya, agar seimbang dan rapi. Rasanya bangga kalau bisa terbang,” ungkap Nizam Aldiano siswa kelas VII B.

Kegiatan Teras Dolanan tidak berhenti di hari pertama. Pada Selasa (16/12/25) dan Rabu (17/12/25), siswa masih akan mengikuti berbagai lomba lain seperti ular tangga edukasi, ketapel, games SOS, dan boi-boian, yang semuanya dirancang untuk menumbuhkan kerja sama, sportivitas, dan keceriaan.

Di akhir kegiatan hari pertama, halaman sekolah mungkin kembali tenang. Namun jejak tawa, peluh, dan cerita seru Teras Dolanan masih tertinggal, menjadi kenangan sederhana tentang bagaimana permainan tradisional mampu menyatukan, menggerakkan, dan membahagiakan. (luk)

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Lerak Eco Soap, Inovasi Siswa Miosi Mencuri Perhatian di Ajang Internasional

Lerak, biji yang bisa dipakai sabun tradisional menjadi eksperimen siswa SMP Miosi. Ketika dipamerkan di luar negeri menarik perhatian pengunjung. Tagar.co – Deretan stan inovasi

07/05/2026 08:34 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 57 kali
Semangat Suroboyoan ala Miosi Menggema di Malaysia

  Tagar.co – Suasana sore di Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Malaysia pada Kamis (30/4/2026) terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton meng

04/05/2026 14:59 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 67 kali
Siswa Miosi Sidoarjo Kenalkan Batik Lokal lewat Pop-Up Book, Raih Penghargaan Internasional

  Empat siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sukses memukau ajang MYPO 3.0 di Malaysia lewat inovasi pop-up book batik Sidoarjo yang memadukan visual 3D, nilai sosia

04/05/2026 14:57 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 97 kali
Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru

Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan. Tagar.co — Kabin kereta gantung i

04/05/2026 14:56 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 78 kali
IPM SMP Miosi Gelar Lomba Fashion Show Busana Daerah

Tagar.co — Riuh suara siswa, warna-warni busana daerah, serta semangat kebersamaan menyatu dalam satu peringatan Hari Kartini di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Selasa (21/4

04/05/2026 14:53 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 64 kali
Kajian Wali Murid SMP Miosi Bahas Strategi 3R untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah

Tagar.co — ​Pagi itu, Sabtu, 4 April 2026, di Masjid At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (SMP Miosi) hadir puluhan wali murid dengan senyum merekah. Mereka datang untuk memba

04/05/2026 14:51 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 43 kali
Pra Raker Miosi, Ada Metafora Burung Jadi Laba-Laba

Pra Raker SMP Miosi mengusung tema Menguatkan Kemandirian dan Inovasi Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Holistik Islami. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi langkah ke

04/05/2026 14:49 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 45 kali
Materi Jurnalistik Menjadi Sarapan Pagi PIP IPM SMP Miosi

Tagar.co — Materi jurnalistik menjadi sarapan pagi tujuh anggota bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Muhammadiyah 10 Sidoar

04/05/2026 14:46 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 48 kali
Masjid At-Tanwir Miosi Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan Masjid At-Tanwir Miosi. Selain itu Gedung Buya Hamka Muhida dan Gedung Jenderal Sudirman Musasi. Ketiganya sebagai pusat pendidikan dan pencera

04/05/2026 14:43 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 63 kali
Dari Penonton Menjadi Penolong, Pesan Kuat di Balik Upacara Pagi Miosi

pwmu.co - Pagi itu, Senin (06/04/2026), halaman SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) terasa berbeda. Barisan siswa yang rapi, guru, dan karyawan yang berdiri khidmat, seo

04/05/2026 14:22 - Oleh SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo - Dilihat 66 kali