Miosi Tanamkan Nilai Empati Lewat Sosialisasi Anti-Bullying
SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) gelar Sosialisasi Anti-Bullying bertema “Berteman Tanpa Menyakiti” untuk membangun budaya sekolah ramah dan bebas perundungan.
Miosi—Suasana Aula SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) pada Jumat pagi, 17 Oktober 2025, tampak ramai dan penuh semangat. Ratusan siswa dari kelas VII hingga IX duduk antusias mengikuti kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying bertema Berteman Tanpa Menyakiti.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB ini menghadirkan Qurrota A’yuni Fitriana, S.Psi., M.Psi., dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebagai pemateri utama.
Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya membangun lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan bebas dari perundungan. Dalam paparannya, Qurrota A’yuni menyampaikan bahwa masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang sarat dengan perubahan.
“Masa remaja adalah masa mencari jati diri, sehingga penting bagi kalian untuk memahami bagaimana memperlakukan diri sendiri dan orang lain dengan baik,” ujarnya di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan bahwa fenomena bullying di Indonesia masih menjadi masalah serius. Berdasarkan data nasional, kasus perundungan di jenjang SMP menempati posisi kedua tertinggi. Dampaknya pun tidak sepele, korban dapat mengalami trauma, kehilangan kepercayaan diri, bahkan depresi. Sementara pelaku berpotensi tumbuh dengan perilaku agresif dan kesulitan berempati.
Qurrota A’yuni juga memaparkan berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah, mulai dari bullying fisik (memukul, menendang), verbal (kata-kata kasar, ejekan, sindiran), psikis (mengucilkan teman), hingga cyber bullying (menyakiti melalui media sosial).
“Saat ini, yang paling banyak terjadi adalah cyber bullying karena mudah dilakukan dan sering dianggap sepele,” jelasnya.
Dalam sesi interaktif, para siswa Miosi diajak memahami peran mereka dalam menciptakan budaya positif di sekolah. Mereka didorong untuk berani mencegah, menegur, dan melaporkan jika melihat tindakan perundungan di sekitar mereka.
“Mencegah lebih baik daripada menyesal. Jadilah teman yang menguatkan, bukan menyakiti,” pesan Qurrota A’yuni.
Konsep Diri
Menariknya, sesi refleksi juga menjadi bagian hangat dari kegiatan ini. Salah satu siswi, Ghaniyya Quisilla Lathifa dari kelas VIII C, dengan percaya diri berbagi tentang konsep dirinya. “Aku anak yang imut, suka senyum, dan bercita-cita menjadi psikolog,” ujarnya yang disambut tepuk tangan teman-temannya.
Qurrota A’yuni menanggapi dengan menjelaskan bahwa konsep diri adalah fondasi penting bagi kesehatan mental remaja. “Konsep diri terbagi menjadi dua, yaitu positif dan negatif. Memiliki konsep diri positif membantu kalian percaya diri, mandiri, dan siap sukses,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa media sosial, keluarga, dan teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan konsep diri remaja. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan pesan hangat dan reflektif, Mari berteman tanpa menyakiti, karena setiap senyum lebih bermakna daripada ejekan.
Melalui kegiatan ini, Miosi berkomitmen memperkuat budaya saling menghargai, membangun empati, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Penulis Aldi Zikrillah
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Lerak Eco Soap, Inovasi Siswa Miosi Mencuri Perhatian di Ajang Internasional
Lerak, biji yang bisa dipakai sabun tradisional menjadi eksperimen siswa SMP Miosi. Ketika dipamerkan di luar negeri menarik perhatian pengunjung. Tagar.co – Deretan stan inovasi
Semangat Suroboyoan ala Miosi Menggema di Malaysia
Tagar.co – Suasana sore di Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Malaysia pada Kamis (30/4/2026) terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton meng
Siswa Miosi Sidoarjo Kenalkan Batik Lokal lewat Pop-Up Book, Raih Penghargaan Internasional
Empat siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sukses memukau ajang MYPO 3.0 di Malaysia lewat inovasi pop-up book batik Sidoarjo yang memadukan visual 3D, nilai sosia
Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru
Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan. Tagar.co — Kabin kereta gantung i
IPM SMP Miosi Gelar Lomba Fashion Show Busana Daerah
Tagar.co — Riuh suara siswa, warna-warni busana daerah, serta semangat kebersamaan menyatu dalam satu peringatan Hari Kartini di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Selasa (21/4
Kajian Wali Murid SMP Miosi Bahas Strategi 3R untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah
Tagar.co — Pagi itu, Sabtu, 4 April 2026, di Masjid At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (SMP Miosi) hadir puluhan wali murid dengan senyum merekah. Mereka datang untuk memba
Pra Raker Miosi, Ada Metafora Burung Jadi Laba-Laba
Pra Raker SMP Miosi mengusung tema Menguatkan Kemandirian dan Inovasi Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Holistik Islami. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi langkah ke
Materi Jurnalistik Menjadi Sarapan Pagi PIP IPM SMP Miosi
Tagar.co — Materi jurnalistik menjadi sarapan pagi tujuh anggota bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Muhammadiyah 10 Sidoar
Masjid At-Tanwir Miosi Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan Masjid At-Tanwir Miosi. Selain itu Gedung Buya Hamka Muhida dan Gedung Jenderal Sudirman Musasi. Ketiganya sebagai pusat pendidikan dan pencera
Dari Penonton Menjadi Penolong, Pesan Kuat di Balik Upacara Pagi Miosi
pwmu.co - Pagi itu, Senin (06/04/2026), halaman SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) terasa berbeda. Barisan siswa yang rapi, guru, dan karyawan yang berdiri khidmat, seo