Lerak Eco Soap, Inovasi Siswa Miosi Mencuri Perhatian di Ajang Internasional
Lerak, biji yang bisa dipakai sabun tradisional menjadi eksperimen siswa SMP Miosi. Ketika dipamerkan di luar negeri menarik perhatian pengunjung.
Tagar.co – Deretan stan inovasi berdiri berdampingan di Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Malaysia, Kamis (30/4/2026).
Di antara keramaian ajang Moslem Youth Project Olympiad and Culture Exchange (MYPO) 3.0, sebuah karya sederhana berbahan alami justru berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.
Adalah tim Live Science dari SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (SMP Miosi) yang memperkenalkan inovasi bertajuk Lerak Eco Soap: An Environmentally Friendly Natural Cleaner as an Alternative to Synthetic Detergents.
Empat siswi Miosi Zafira Oktafia Rachmat, Masayu Gandasari Ramadhani, Callysta Elysia Putri, dan Alya Azzahra Ardyasa berdiri penuh percaya diri menjelaskan produk mereka, sabun alami berbahan dasar lerak yang ramah lingkungan.
Di tengah isu pencemaran akibat deterjen sintetis, ide mereka terasa relevan. Lerak, buah yang dikenal memiliki kandungan saponin alami, diolah menjadi cairan pembersih yang mampu mengangkat noda tanpa merusak serat kain. Bahkan, menurut mereka, noda seperti kecap dan saus pun dapat dibersihkan dengan efektif.
Callysta Elysia Putri menjelaskan proses pembuatannya dengan antusias.“Pertama, lerak direndam selama 30 menit hingga lunak. Setelah itu dikupas dan diambil daging buahnya. Lalu direbus dengan air sampai mendidih, ditambahkan garam industri dan essential oil sebagai pengharum. Setelah agak dingin, disaring, dan yang digunakan adalah airnya,” ujarnya.
Proses yang tampak sederhana itu ternyata menyimpan tantangan tersendiri. Zafira Oktafia Rachmat mengungkapkan, tidak semua lerak mudah diolah.
“Kadang buahnya belum matang, jadi keras dan sulit dikupas. Itu membuat prosesnya lebih lama,” katanya.
Namun di balik tantangan tersebut, pengalaman mengikuti ajang internasional ini menjadi hal yang tak ternilai. Bertemu peserta dari berbagai negara, bertukar ide, hingga mempresentasikan karya dalam bahasa asing menjadi pembelajaran berharga bagi mereka.
Tak hanya juri, pengunjung pun turut memberikan perhatian. Septyan Maulana Fachrizal, salah satu pengunjung, melihat potensi besar dari inovasi ini.
“Bahannya menarik dan hasilnya bisa lebih banyak dibanding eco enzyme dari sayuran. Tapi tantangannya, bahan lerak ini tidak selalu mudah didapat, apalagi di kota seperti di Malaysia,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menilai teknik pembuatannya cukup sederhana dan bisa dipelajari masyarakat luas.
Apresiasi tinggi juga datang dari Norhafidzah, dosen Kolej Profesional Mara sekaligus dewan juri. Ia menilai para siswa MIOSI tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu menyampaikan ide dengan baik.“Mereka sangat kreatif dan komunikatif. Ini sangat bagus,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Kerja keras tim pun berbuah manis. Inovasi Lerak Eco Soap berhasil mengantarkan mereka meraih Special Award 2 pada kategori Live Science. (#)
Jurnalis Mahyuddin Syaifulloh Penyunting Sugeng Purwanto
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Semangat Suroboyoan ala Miosi Menggema di Malaysia
Tagar.co – Suasana sore di Kolej Profesional Mara Bandar Melaka, Malaysia pada Kamis (30/4/2026) terasa berbeda. Riuh tepuk tangan dan sorak penonton meng
Siswa Miosi Sidoarjo Kenalkan Batik Lokal lewat Pop-Up Book, Raih Penghargaan Internasional
Empat siswa SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo sukses memukau ajang MYPO 3.0 di Malaysia lewat inovasi pop-up book batik Sidoarjo yang memadukan visual 3D, nilai sosia
Naik Kereta Gantung Genting Highlands, Siswa Sidoarjo Rasakan Pengalaman Baru
Melayang di ketinggian 1.800 mdpl di Genting Highlands, siswa Sidoarjo menikmati pengalaman baru yang mendebarkan. Tagar.co — Kabin kereta gantung i
IPM SMP Miosi Gelar Lomba Fashion Show Busana Daerah
Tagar.co — Riuh suara siswa, warna-warni busana daerah, serta semangat kebersamaan menyatu dalam satu peringatan Hari Kartini di SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi), Selasa (21/4
Kajian Wali Murid SMP Miosi Bahas Strategi 3R untuk Tingkatkan Kualitas Ibadah
Tagar.co — Pagi itu, Sabtu, 4 April 2026, di Masjid At-Tanwir SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (SMP Miosi) hadir puluhan wali murid dengan senyum merekah. Mereka datang untuk memba
Pra Raker Miosi, Ada Metafora Burung Jadi Laba-Laba
Pra Raker SMP Miosi mengusung tema Menguatkan Kemandirian dan Inovasi Sekolah dalam Mewujudkan Pendidikan Holistik Islami. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus proyeksi langkah ke
Materi Jurnalistik Menjadi Sarapan Pagi PIP IPM SMP Miosi
Tagar.co — Materi jurnalistik menjadi sarapan pagi tujuh anggota bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting SMP Muhammadiyah 10 Sidoar
Masjid At-Tanwir Miosi Diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meresmikan Masjid At-Tanwir Miosi. Selain itu Gedung Buya Hamka Muhida dan Gedung Jenderal Sudirman Musasi. Ketiganya sebagai pusat pendidikan dan pencera
Dari Penonton Menjadi Penolong, Pesan Kuat di Balik Upacara Pagi Miosi
pwmu.co - Pagi itu, Senin (06/04/2026), halaman SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo (Miosi) terasa berbeda. Barisan siswa yang rapi, guru, dan karyawan yang berdiri khidmat, seo
Halalbihalal Miosi: Perkuat Ukhuah, Apresiasi Amal Ramadan Siswa
Selain mempererat persaudaraan, sekolah juga memberi penghargaan kepada siswa yang aktif beribadah melalui program Miosi Smart Card. Tagar.co — Suasana hangat dan pen